Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 07 April 2019

Kamu Anak Rantau dan Sering Insomnia Akut? Yuk Baca Dulu Nih, Sayang!


Di peradaban yang serba praktis dan digital ini sungguh sangat mudah bagi manusia untuk terkena insomnia atau gangguan tidur pada malam hari akibat paparan sinar radiasi ponsel atau gadget pada waktu jam tidur di malam hari yang menyebabkan tidak fit atau kelelahan pada aktivitas esok harinya. 

              Apalagi untuk anak rantau yang cenderung ngekos atau ngontrak rumah sendiri, kerapkali mengalami kesulitan tidur karena disamping jauh dari keluarga juga kecanduan gadget yang sudah sangat umum ditemui di zaman seperti ini.

Untuk itu Penulis punya beberapa kiat-kiat yang cukup ampuh berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi untuk mengatasi "Pikiran Mengembala" atau susah mengantuk pada malam hari. Simak kiat-kiatnya berikut!

1. Bersyukur akan Hal-Hal Kecil dan Yang Telah Dimiliki


        Ketika kita insomnia, seringkali penyebabnya kebanyakkan adalah "pikiran yang selalu mengembala" karena kekhawatiran memikirkan masa depan yang tak pasti. Hal itu dipicu pula oleh kurangnya kepasrahan kita terhadap kepercayaan bahwa semua sudah ada yang mengatur bahkan dari sejak sebelum kita dilahirkan di dunia ini, krisis kepercayaan atau yang biasa disebut 'krisis keimanan' yang sangat umum ditemui di zaman globalisasi ini merupakan satu diantara penyebab insomnia akut seperti yang banyak dialami oleh petinggi-petinggi maupun artis-artis internasional terutama Hollywood dewasa ini. Bahkan tercatat, kasus bunuh diri paling banyak di negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang  terjadi karena depresi tak bisa tidur malam dengan nyenyak karena terus memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi di masa depan hingga ketakutan-ketakutan abnormal lainnya yang menyebabkan mereka tidak tidur berhari-hari hingga depresi berat.

             Contoh diatas hanyalah secuil kecil bahwa pesatnya peradaban tak menjamin warganya bisa hidup bahagia tanpa fondasi agama maupun kepercayaan yang kokoh. Seperti kata ilmuwan terkenal, Albert Einstein, "Ilmu tanpa Agama adalah lumpuh, Agama tanpa Ilmu adalah buta", begitulah sebuah peradaban. Semaju dan sepesat apapun tumbuh kembangnya peradaban suatu negara atau dunia, jika masyarakatnya tak memiliki pedoman ilmu agama yang cukup, maka hanya akan berujung kegelisahan saja pada akhirnya. 

            Namun jika masyarakat yang modern ini justru memilih melupakan agama dan menganggap agama itu kuno, lalu apa kabar dengan binatang yang tidak pergi ke pura atau gereja maupun masjid pada tiap-tiap waktunya dan selalu tidak berbusana setiap kali pergi mengais rejekinya? Bukankah berarti mereka sudah lebih modern dibandingkan manusia?


2. Menghadiahi Diri Sendiri Setelah Bekerja Keras


         Penting untuk kita mengapresiasi diri sendiri dengan menghadiahi atau sekadar memanjakannya dengan pergi ke salon dan spa atau traveling ke tempat-tempat baru yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya seusai 'memakainya bertubi-tubi' demi mimpi-mimpi ambisius kita. Sediakan selalu budget untuk hiburan atau liburan paling tidak seminggu sekali agar pikiran lebih fresh untuk kembali ke rutinitas kita baik sebagai mahasiswa ataupun karyawan kantor maupun pekerjaan-pekerjaan lainnya nantinya. 

         Namun jika dirasa begitu berat untuk sekadar pergi ke salon atau berlibur keluar kota, terutama bagi mahasiswa, maka cobalah alternatif lain seperti nonton bioskop atau sekadar pergi ke alun-alun kota untuk sekadar cuci mata setiap weekend atau hari libur tiba. Setidaknya yang penting, hadiahilah dirimu dan anggaplah bahwa kamu selalu telah mengusahakan yang terbaik dari hari ke hari untuk membanggakan orangtuamu ataupun mengangkat derajat dan martabat keluargamu atau bahkan telah memperbaiki ekonomi finansial diri sendiri ataupun keluargamu dari hari ke hari,


3. Cobalah untuk bersikap 'Bodoamat' dengan Omongan Orang lain yang Tidak Perlu



             Memikirkan omongan orang lain memang perlu, namun selalu ada saatnya kamu memikirkan omongan orang lain untuk mengevaluasi diri sendiri, ada pula saatnya kamu tak perlu ambil pusing terhadap omongan-omongan orang yang tidak akan ada habisnya jiak diikuti satu per satu demi kebaikan dirimu sendiri. 

            Positif thinking saja, orangtua yang sudah mendidik dan memeliharamu sejak kecil saja belum tentu paham dengan seluk beluk dirimu yang dewasa ini, apalagi mereka yang baru melihatmu sehari di sosial media lalu langsung mengecapmu jelek. Kita akan tetap hidup meskipun mereka menjelek-jelekkan kita, kita masih akan tetap bernapas meskipun mereka tidak berhenti mencerca dan mengkritikmu pedas. Selama Tuhan menghendaki kamu tetap hidup, tidak ada yang bisa menolak takdir Tuhan agar kamu tetap hidup. Namun bunuh diri karena bullying dan terlalu memikirkan omongan orang seperti pada poin sebelumnya adalah pengecualian dan bentuk dari perlawanan terhadap takdir Tuhan, jangan samakan jika kamu memilih untuk hidup sesuai takdir Tuhan dengan tidak ambil pusing terhadap omongan-omongan tidak berguna dari orang lain atau melawan takdirmu sendiri. Itu adalah 2 hal yang berbeda. Bicara tentang takdir, mungkin nanti Penulis akan membahas lebih dalam mengenai hubungan takdir dan kejadian-kejadian yang seolah melawan takdir nanti di artikel berikutnya. Ditunggu ya Guys!

4. Terapkan Poin 1 sampai 3



                Keempat, terapkan! Ya, kembali lagi ke action. Jika hanya membahas dan memikirkan saja, maka tidak akan ada kemajuan yang bisa kamu dapatkan. Let's take an action, Buddy! You can do it!

So, sekian kiat dan tips agar kalian terutama anak rantau bisa tidur nyenyak di malam hari. Dan jangan lupa penerapan terhadap 4 poin diatas bisa otomatis mengurangi penggunanaan gadget atau ponsel juga loh kedepannya, karena dibalik Badan dan Pikiran yang sehat terdapat pula jiwa yang sehat dan tidak merasa hampa bahkan di kesendirian sekalipun. Jadi tunggu apalagi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar