Halo Viewers, dewasa ini sudah kita ketahui bahwa media massa memiliki peranan sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Peran komunikasi sangat menentukan dalam penyampaian informasi yang akan berimbas terhadap suatu kebijakan pemerintah kedepannya. Sejalan dengan perkembangan teknologi yang kian pesat, metode penyampaian informasi dan komunikasi pun kian beragam dan berkembang pesat.
Tanpa kita sadari besarnya peranan media massa terhadap kehidupan masyarakat, media massa ternyata dapat mengubah lifestyle dan kultur lokal masyarakat tertentu dengan cara persuasif atau mempengaruhi pola pikir kalangan tertentu untuk mengikuti atau menerima hal baru yang asing bagi mereka atau justru sebaliknya, membenci ideologi lokal mereka sendiri. Luar biasa 'kan?
Media massa sendiri menurut (Cangara, 2002) adalah "Alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV".
Nah, ngomong-ngomong masalah media massa nih, kalian pernah dengar ga, masalah 'manipulasi berita', 'sabotase berita', atau sejenisnya? Kalau belum lanjut baca, kalau udah juga lanjut baca dong, hehehehe!
Manipulasi Media sendiri dikutip dari Wikipedia adalah "aspek humas yang partisan membuat gambar atau argumen lebih menyukai kepentingan tertentu. Taktik tersebut mungkin termasuk penggunaan mal-logika dan teknik propaganda dan sering terlibat secara cermat dalam penghilangan informasi atau tampilan dengan mendorong orang lain atau kelompok masyarakat untuk berhenti mendengarkan argumen tertentu, atau hanya dengan pengalihan perhatian di tempat lain". Hemat Penulis, kesimpulannya adalah manipulasi media, sabotase berita atau apapun sejenisnya itu adalah suatu ajakan persuasif atau ajakan yang berusaha mempengaruhi pola pikir suatu kalangan atau kelompok tertentu agar menyukai, menerima, dan mengikuti sesuatu yang baru yang berbeda atau bahkan asing bagi mereka. Sesuatu itu dapat berupa ide, cara berpikir, benda, ideologi atau teknologi dan sebagainya.
Ngomong-ngomong bicara manipulasi sumber informasi nih, pasti erat kaitannya sama kepentingan politik dong, apalagi semakin dekat Pemilu Pilpres dan sejenisnya, ada-ada aja deh berita-berita nyeleneh yang menyerang salah satu kubu pro dan kontra kedua Pasangan Capres dan Cawapres!
Oh iya, intinya disini Penulis cuma mau ngingetin jangan mudah terpancing sama berita atau langsung auto share tiap kali dapet berita yang agak greget dikit misalnya kayak "Capres nomor urut Sekian anti-Pancasila", "Capres Nomor urut sekian keturunan PKI", yah dan lain-lainnya bentuk judul berita pemicu lainnya. Jangan lupa cross check sebelum share, biar ga malu apalagi jadi buntung!
Viewers tentunya masih ingat dong sama peristiwa 9/11 di USA atau Amerika Serikat 'kan? Sekali lagi kalau belum tau lanjut baca, kalo udah ya tetep lanjut!
Ya, tentu saja Peristiwa itu masih membekas di ingatan dunia, terutama di Kota New York, Amerika Serikat yang menjadi saksi bisu terjadinya pembajakan dua pesawat yang menabrakkan diri ke dua menara kembar World Trade Center di New York yang mengakibatkan 2 menara kembar itu runtuh dalam waktu 2 jam saja. Diketahui sekitar 3000 jiwa tewas dalam peristiwa serangan 11 September 2001 atau 9/11 ini. Diketahui pula bahwa gerakan para pembajak ini dipelopori oleh kelompok radikal Islam dibawah pimpinan Osama bin Laden.
![]() |
| Kiri: Osama bin Laden. Kanan: Ya taulah sendiri. |
Bicara tentang kelompok radikal Islam dan para petingginya yang seringkali digambarkan berjanggut lebat, bersongkok khas arab dan berjubah panjang pakaian khas arab, tidakkah pernah terpikir oleh kita bahwa ini bagian dari rencana pembunuhan citra salah satu agama terbesar di dunia ini? Padahal jelas-jelas Islam dan terorisme itu tidak ada hubungannya sama sekali. Di dalam agama ini, dan untuk agama ini Penulis akan bersudut pandang sebagai seorang yang netral, bukan sebagai pemeluk atau penganut, anggap saja begitu dan perbuatan yang sama akan dilakukan pada agama lain apabila kejadian serupa menimpa agama lain tersebut. Bukan karena etnosentrisme, tapi bicara masalah etnosentrisme dan agama memang sulit dipisahkan, apalagi dengan pola pikir masyarakat zaman sekarang yang cenderung liberal. Tapi sekali lagi, ini adalah tulisan semurni-murni dan senetral-netralnya sudut pandang dan keresahannya tanpa dibarengi oleh alasan sebagai penganut, tetapi atas nama kemanusiaan yang dijunjung tinggi di zaman modern ini.
Kenapa Penulis bisa berkata bahwa Islam dan terorisme tidak ada hubungannya sama sekali? Ya pertama karena semua agama samawi bersumber sama dan berajaran sama, yaitu mengajarkan kebaikan dan Ke-Tuhanan, hanya saja dengan cara yang berbeda dan untuk kurun waktu yang berbeda pula tentunya.
Mengenai Osama bin Laden, tentu sudah tidak asing lagi dengan pimpinan organisasi radikal Al-Qaeda ini 'kan? Dialah dalang dibalik semua peristiwa pada 9/11 itu katanya. Media massa dan perusahaan-perusahaan berita konvensional pun mulai ramai memproduksi berita tentang Islam agama teroris dan Osama bin Laden sebagai Pelopornya. Namun disaat itu pula titik baliknya.
Pemeluk salah satu agama terbesar di dunia ini justru bertambah pesat semenjak peristiwa 9/11 itu karena besarnya rasa ingin tahu warga internasional terhadap agama yang dicap 'agama teroris ini'.
Berdasarkan hasil survei lembaga riset nonprofit yang berbasis di Washington, D.C., Pew Research Center, diketahui bahwa jumlah pemeluk agama Islam di Amerika Serikat meningkat dari 2,35 juta Jiwa pada 2007 menjadi 3,45 juta Orang pada 2017, itu saja sudah 2 tahun yang lalu, dan tidak menutup kemungkinan sudah bertambah setelah 2 tahun berlalu.
Terlepas dari ketenaran Osama bin Laden meskipun dilaporkan telah ditangkap, nama baik Islam telah tercoreng di mata dunia internasional. Meskipun tidak sedikit yang tetap berpikiran terbuka, cerdas serta kritis dan tidak langsung menghakimi agama ini sebagai agama teroris ketika bertemu langsung penganutnya di Amerika sana. Padahal masih banyak kejadian-kejadian ganjil peristiwa legend ini yang seringkali ditutupi oleh media maupun perusahaan-perusahaan besar sumber informasi dan komunikasi di kancah Internasional.
Bagaimana tidak? 4000 orang pegawai penganut agama tertentu dilaporkan tidak masuk di hari yang sama saat terjadinya peristiwa 9/11 itu. Penyelidikan independen terhadap peristiwa 9/11 itu pun tak boleh dilakukan sembarang badan atau orang, hingga hasil pengamatan ribuan arsitek dan insinyur yang menolak bahwa gedung tinggi menjulang WTC itu dapat roboh tanah dengan tanah hanya dalam waktu 10 detik!
Terakhir, terlepas dari kejadian-kejadian ganjil yang jarang terpublikasikan tersebut, intinya disanalah media massa berkuasa besar untuk membolak-balikkan pola pikir dan kultur masyarakat kebanyakkan. Untuk itu, cross check, dan berpikiran terbuka adalah dua hal yang sangat diperlukan di era digital dunia tanpa batas ini. Hati-hati Hoax ya guys!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar