Halo Viewers, dewasa ini pastinya kita sering banget melihat atau mendengar basi-basi yang menurut Penulis sendiri udah basi ya karena udah ga relevan sama kemajuan peradaban zaman sekarang yang lebih menitik beratkan sama skill dan kemampuan ketimbang tampilan cover doang. Basa-basi seperti, "Eh lo gemukan ya sekarang", "Eh lo makin kurus aja sekarang", "Kok lo makin kecil aja sih?", "Putihan ya lo sekarang", "Hiteman deh lo dari kemaren!", "Makin cakep deh kamu sekarang!".
Guys please . . . bahkan di negara-negara maju seperti Amerika saja, mereka selalu memuji hasil kerja atau kemampuan lawan bicaranya untuk sekadar berbasa-basi, bukan dengan menyinggung mengenai fisik lawan bicaranya. Mirisnya, Penulis sendiri masih sering sekali menjumpai teman-teman bahkan mungkin orang-orang dari lingkungan Penulis sendiri yang niatnya basa-basi namun menyinggung mengenai tampilan fisik lawan bicaranya yang justru berakhir body shaming tanpa disadari. Mungkin mereka tidak menyadarinya, tapi kita tidak pernah tau bagaimana isi hati sesungguhnya orang-orang terutama lawan bicara kita. Jadi yang pasti, Penulis disini hanya ingin mengajak Viewers untuk lebih bijak dalam berbicara dan bertindak terutama mengenai hal yang sangat sepele ini, basa-basi. Sepele tapi berdampak besar terhadap pandangan seseorang atau citra kamu kedepannya di mata lawan bicara kamu.
Ngomong-ngomong masalah citra, juga bukan masalah besar jika kamu lebih memilih bersikap 'bodoh amat' dengan omongan orang lain, karena egois itu juga perlu supaya kita tidak begitu memusingkan komentar-komentar tak penting orang lain terhadap kita. Tapi jika terlalu egois juga bukan hanya berdampak pada diri sendiri saja, tapi sanksi sosial yang biasanya cukup tajam siap menimpa kamu jika kamu terlalu memikirkan diri sendiri. So be smart ya Viewers, ada saatnya kamu mengeluarkan egomu demi kebaikan dirimu sendiri, ada saatnya juga kamu memikirkan energi-energi yang masuk dari luar alias omongan dari orang lain untuk mengevaluasi diri kamu sendiri.
Nah berbicara masalah body Shaming, kalian sendiri udah pada tau belum apa itu? Body Shaming sendiri dikutip dari beberapa sumber adalah perilaku mengkritik atau mengomentari fisik atau tubuh diri sendiri maupun orang lain dengan cara yang negatif. Entah itu mengejek tubuh gendut, kurus, pendek, atau tinggi, sama seperti saat Anda melakukan bullying secara verbal.
Bukan cuma bikin minder, korban body shaming umumnya akan menarik diri dari keramaian untuk menenangkan diri. Menurut studi yang dimuat dalam Journal of Behavioral Medicine tahun 2015, ada banyak perubahan sikap yang akan terjadi, misalnya mudah tersinggung, pendiam, malas makan, hingga depresi. Bahaya banget dampaknya tanpa kita sadari 'kan?
Padahal definisi 'Tubuh atau Wajah yang Sempurna' pun sangat relatif, tidak semua orang menganggap tubuh kurus tinggi dan putih itu ideal, dan tidak semua orang menganggap tubuh mungil pendek itu jelek. Jadi mau sampai kapan kita terjebak pada 'standar definisi tubuh dan wajah rupawan-sempurna semu' yang kebanyakkan diciptakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab?
Ibarat kata peribahasa orang-orang Finlandia, "Diam itu Emas, Berbicara itu Perak", lebih baik diam jika tidak terlalu penting. Bila berkata-kata pun, apalagi di usia yang sudah terbilang dewasa ini, kita bisa lebih bijak dan menyaring hal-hal yang sekira bisa menyinggung perasaan lawan bicara atau bahkan berdampak negatif terhadap diri sendiri.
Jadi tunggu apalagi? Mari ubah kebiasaan basa-basi kita dari sekarang agar lebih bijak sebelum dampaknya balik ke kamu sendiri!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar